Lompatan besar budaya industri dimulai sekitar tahun 1784 dengan ditemukannya mesin uap serta pemanfaatan mesin-mesin mekanik dalam usaha manufakturing yang kita sebut revolusi industri yang pertama. Kemudian dilanjutkan dengan revolusi industri kedua sekitar awal abad 19 dengan pemanfaatan tenaga listrik dalam proses produksi. Penggunaan komputer dan teknologi otomatisasi sekitar tahun 1975 menandai dimulainya revolusi industri ketiga. Saat ini kita sedang menjajaki jaman baru yang disebut revolusi industri 4.0 di mana kecanggihan teknologi digital dan jaringan internet berperan dalam keseharian kita. Dampak yang diakibatkan dari revolusi industri 4.0 mencangkup cukup banyak sektor bagian kehidupan di muka bumi.
Sebagai contohnya, perubahan budaya dan perilaku sebagai dampak revolusi industri 4.0 adalah gelombang yang paling tidak bisa dihindarkan. Belanja via online, pesan taxi atau kendaraan umum online, pesan makanan dan minuman online sudah mulai akrab dalam keseharian.
Tidak terkecuali perubahan ini juga meliputi di dalamnya industri pariwisata. Saat ini bagian masyarakat yang memiliki hobi berwisata sudah sangat akrab dan menikmati manfaat era digital guna memaksimalkan kenikmatan yang didapatkan dari berwisata itu sendiri. Pratinjau tujuan wisata bisa dilakukan secara online, pesan tiket perjalanan secara online, dan pesan kamar penginapan secara online. Semua bisa dilakukan hanya lewat handphone atau laptop, serta kemudahan membayar bisa dilakukan dengan dengan cepat, mudah, dan dengan harga yang sangat bersaing.
Masyarakat sekarang lebih nyaman mengunakan Online Travel Agent yang semakin hari semakin luas cakupan pelayanannya. Bahkan salah satu aplikasi agen traveling besar di Indonesia menjadi perusahaan digital yang berhasil mencapai predikat Unicorn. Usaha agen traveling konvensional yang mengandalkan reservasi tiket di tempat dan pemilihan paket wisata sudah ketinggalan jaman dan mulai ditinggalkan.
Kita bisa melihat sudah terjadi perubahan perilaku pasar yang diikuti pula dengan berubahnya perilaku konsumen. Konsumen kini semakin mobile, personal dan interaktif. Saat ini industri pariwisata juga telah bergeser ke arah industri digital memasuki revolusi industri 4.0.
Indonesia memiliki kekayaan budaya, keindahan alam dan tujuan wisata yang sangat kaya dan beragam. Pelaku industri pariwisata perlu kreatif dan menyesuaikan diri menyambut perubahan jaman. Memasuki era digital, pemanfaatan internet dalam pemasaran dan menjangkau wisatawan harus dilakukan. Digitalisasi promosi tentang potensi-potensi pariwisata harus dilakukan sehingga mempermudah calon wisatawan untuk memperoleh informasi secara online.
Tapi sebelumnya pernahkah kita membayangkan ketika revolusi itu melanda seluruh bagian pariwisata, orang-orang yang mencari nafkah sebagai pemandu wisata akan digantikan oleh pemandu berbasis aplikasi, penjual souvenir pariwisata akan tergantikan oleh toko online yang lebih murah karena tidak perlu sewa toko atau tempat untuk berjualan, layanan resepsionis tempat penginapan akan tergantikan oleh robot pintar, dan hal-hal sederhana lainnya seperti pelayanan parkir valet bisa tergantikan semua oleh robot pintar.
Petugas kebersihan akan tergantikan oleh robot-robot pintar yang tak akan lelah membersihkan lingkungan siang dan malam. Tempat khursus bahasa-bahasa pun sudah mulai tergantikan oleh khursus bahasa online yang semakin hari semakin berkembang.
Kita hanya perlu bermodalkan internet dan komputer atau telepon pintar dimanapun dan kapanpun, semua urusan bisa beres tanpa menggunakan tenaga manusia.
Sumber daya manusia di bagian kepariwisataan akan banyak digeser oleh kecanggihan revolusi industri 4.0.
Industri pariwisata dapat saja bertahan dan bahkan sukses bila memanfaatkan revolusi industri ini. Hal ini tidak lepas dari keterlibatan generasi-generasi milenial. Perkembangan dan kemajuan dari industri pariwisata yang merupakan dampak revolusi industri 4.0 ini erat kaitannya dengan generasi-generasi milenial. Keterkaitan tersebut disebabkan karena kelekatan mereka dengan perkembangan teknologi. Ciri khas kaum milenial yaitu dekat dengan laju perkembangan teknologi. Masa depan industri pariwisata bisa dibilang tergantung dari persiapan-persiapan kita sebagai generasi milenial saat ini. Kita pun mendapatkan persaingan ketat dalam revolusi industri kepariwisataan. Jika generasi milenial diinvestasikan dengan benar, kita mampu mengubah tantangan pariwisata pada masa yang akan datang menjadi peluang usaha yang sangat bermanfaat. Investasi tersebut dapat berupa banyak hal seperti pelatihan, pendidikan, dan pendampingan yang akan mampu menjawab kebutuhan pariwisata mengikuti perkembangan jaman.
Perlu formula-formula khusus untuk pemberdayaan sumber daya manusia indonesia di bagian sektor pariwisata agar dapat tetap bersaing di era revolusi industri 4.0.